BERSERAH DIRI TOTAL MENGUBAH PANDUMING URIP

Banyu dan Langit sayang..

Setiap manusia sudah ditentukan pandumnya masing-masing melalui raga yang dianugerahkan TUHAN kepadanya yang menyandang ibu kandung, ayah kandung, suku ibu kandung, suku ayah kandung, bangsa ibu kandung, bangsa ayah kandung, bahasa ibu kandung, bahasa ayah kandung, gen dari ibu kandung, gen dari ayah kandung, negara tempat lahir, benua tempat lahir, kebudayaan tempat lahir, adat istiadat tempat lahir, masyarakat tempat lahir, agama orang tua, status sosial orang tua, kekayaan harta orang tua, hari lahir, pasaran lahir, sifat-sifat berdasarkan hari dan pasaran kelahiran, sifat-sifat berdasarkan bentuk tubuh, serta setiap detil tubuh, sifat, rejeki, jodoh, perjalanan hidup, perjalanan karier yang tertulis di rajah tangannya sejak lahir, rejeki, jodoh, perjalanan hidup berdasarkan hari dan pasaran kelahiran, sifat berdasarkan nama, perjalanan hidup berdasarkan nama, rejeki berdasarkan nama, kecerdasan bawaan sejak lahir, kedewasaan jiwa bawaan sejak lahir. 

Hal tersebut itu semua akan dirubah TUHAN sesudah TUHAN menerima sepenuhnya penyerahan diri kita kepada-NYA dengan penuh Iman kepada-NYA dan juga setiap orang yang menjalani laku berserah diri total sumarah kepada TUHAN akan dirubah kepribadiannya oleh TUHAN...sedikit demi sedikit sifat-sifatnya yang buruk dirubah menjadi baik...pemalas menjadi rajin bekerja...pemarah menjadi penyabar..sombong menjadi rendah hati...kikir menjadi murah hati...pendiam menjadi peramah...cuek acuh tak acuh menjadi penuh perhatian dan penghargaan kepada siapa pun juga...keras kasar menjadi lemah lembut...pemboros menjadi hemat penuh tanggung jawab...lupa akan TUHAN menjadi setiap detik "ELING" kepada TUHAN.

Tapi untuk sampai pada penyerahan diri total sumarah kepada TUHAN dengan sepenuh hati bulat 100% kepada TUHAN...harus menghadapi banyak sekali tantangan..ujian...seperti Bima pada waktu menjalani laku mengambil "susuhing angin" dan air kehidupan "Tirta Amerta Perwita Sari" banyak pejalan bertumbangan...tidak melanjutkan perjalanan

Banyu dan Langit sayang..


bagaimana pun berat percobaan, tantangan, ujian, apabila kita hadapi dengan penuh ketenangan batin yang berlindung ke dalam perlindungan TUHAN...akanlah dapat kita lampaui dengan baik dan selamat

Berjalanlah terus...jangan dengarkan suara-suara yang berceloteh...seperti PUTRI PERISADE....mantab seperti BIMA.....tabah seperti BEGAWAN CIPTO ENING.........

TUHAN selalu menyertaimu anak2ku, Rahayu.

Comments

Popular Posts