Entah
Ketika Napoleon menikahi Josephine, dia memberikan kalung dengan sebuah bandul emas yang bertulisan sebuah kata “DESTINY”
Hari ini ibu kalian berpikir tentang hidup . Ah berpikir tentang hidup adalah pikiran favorit yang selalu membuatku harus berdiri lama di jendela kamar dengan secangkir kopi susu. Entah dada ini sangat menghujan.terutama ketika ibu kalian melihat awan yang bergerak itu..entah awan-awan itu selalu membentuk gambar-gambar yang berbeda. Gambar tentang kenangan, gambar tentang kekinian dan gambar tentang harapan.semua berserak.tak berbentuk. Absurditas yang berpesta di dalam kepala.kegamangan yang berpora disudut-sudut hati yang paling sepi.
Bagaimana jika hidup ini adalah sebuah papan permainan raksasa.kita adalah pemain-pemainnya yang digerakkan tangan-tangan tak terlihat? Kekalahan yang bertubi-tubi.kemenangan yang pongah.gelak tawa yang gempita.kesedihan yang abadi.Kopi ini mendingin.dan sebuah tanah lapang dalam dada sangat aku butuhkan saat ini. Menjalani hidup.menyelesaikan satu hari.
...
Awan-awan itu terus bergerak.
Ada rindu kepadaNya yang sangat menyengat.
hujan tak reda juga dari dadaku.
Ada rindu kepadaNya yang sangat menyengat.
hujan tak reda juga dari dadaku.
I rather like one touch of her hand, one smell of her hair, one kiss of her lips, than living in eternity without it.
(City of Angels, 1998)
(City of Angels, 1998)
Comments
Post a Comment