Langitku

Panggil aku ibu saja
Konon di bawah kakiku terletak keindahan sorga dengan semua fantasi sungai susu dan bidadari memetik harpa ( padahal aku hampir tak tega melihat pemijat refleksiku mengernyitkan hidungnya akibat oksigen yang tak ramah keluar dari sepatuku) 

Panggil aku ibu saja
Konon sosokku adalah kesempurnaan perempuan dengan keiklasan senyum Masyitoh merelakan dirinya untuk dibunuh Sulaiman ( padahal kata seorang teman kalau ada perempuan sempurna di dunia ini tak akan ada lagi pelacuran) 

Panggil aku ibu saja
Aku senang jika tangan kecilmu bisa menyentuh ujung-ujung rambutku yang tak karuan karena warna merah sok trendyku sudah luntur dan bercampur keringat di rambutku yang tak pernah sisiran ( mungkin kamu akan di strap bu gurumu nanti jika menggambarku demikian karena hampir di setiap iklan dan buku-buku cerita gambar tentangku selalu sangat cantik dengan rambut ala gadis sunsilk dengan make up yg tak pudar meski asyik masak di dapur) 

sungguh, panggil saja aku ibu saja
tak perlu memakai referensi apa-apa
untuk mengenalku
cukup kamu panggil aku ibu saja
karena aku hanya ingin menjadi ibumu
titik.tanpa koma sedikitpun. 

ps:
dan ketika kamu lahir di sebuah senja saat langit merona berwarna jingga ( kamu tahu sekarang kan kenapa namamu Langit Jingga?) , hanya satu yang aku katakan kepadamu: demi kamu, apapun akan aku lakukan termasuk kematianku. jagalah selalu kemerdekaan pikiranmu, jagalah selalu kebersihan hatimu dan jangan lupa selalu cintai sesama ya Langitku?

Comments

Popular Posts